Semut Rangrang – Logika Budidaya

Mempelajari semut rangrang yg termudah adalah dengan melihat semut itu sendiri secara seksama. Asal, jenis, bentuk, habitat, perilaku, dan lain-lain. Dalam teori simbah disebut ‘cara bodhone‘ atau penelitian terhadap sesuatu dengan mempelajari apa yang terlihat indera saja.

semut rangrang Kroto Jogja

Belajar budidaya secara langsung ke peternak semut

Dan pada jaman ini teori itu bisa kita padukan dengan basis ilmu dasar dan alat yg kita miliki. Biologi dasar, kaca pembesar, Google, sejarah, observasi dst. Banyak ilmuwan yang secara khusus mempelajari semut pada umumnya dan semut rangrang pada khususnya. Meskipun kebanyakan berasal dari luar negeri, beberapa ilmuwan di Indonesia sudah mempelajari kehidupan rangrang, meski untuk kepentingan lain, pertanian misalnya. Banyak juga pranala luar seperti antwiki, wikipedia, national geographic channel, dan sebagainya. Sedikit tips, jika Njenengan ingin menelusuri lebih jauh, cari saja daftar pustaka di web wiki dan menghubunginya secara pribadi. Hanya saja, kemampuan olah bahasa kita harus cukup memadai.
Beberapa logika dapat kita terapkan dalam budidaya semut rangrang, yang nantinya dapat dikembangkan menjadi ilmu ternak yang kita gunakan sehari-hari. Misalnya dari bentuk global semut rangrang yg kecil dan ringkih, kita sudah dapat menjabarkan beberapa keharusan dan ketidak mungkinan yg bisa dilakukan semut.

JENIS SEMUT

Weaver ant (semut penenun) penghasil kroto biasa juga disebut kerangga, semut angkrang/ngangkrang (Jawa) atau semut rangrang. Hanya ada dua jenis semut dalam genus ini.
Salah satunya di wilayah kita, dalam bahasa ilmiah Oecophylla Smaragdina. Hidup di sebagian Australia Utara, Asia Selatan dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Sementara saudara tuanya Oecophylla Longinoda menguasai benua Afrika Tengah sekitarnya. Jadi hanya ada satu 2 jenis nggih, dan yg satu jelas tidak ada disini. Belum juga ada perijinan umum memasukkan Longinoda ke Indonesia.

Kesimpulannya adalah bahwa tidak ada semut super, semut F1 turunan, dst. Hanya ada satu jenis semut rangrang di Indonesia, persis dengan yang di alam seperti yg sering kita lihat. Ragam penamaan hanya sebagai daya tarik jual saja. Besar kecil ukuran semut, agresifitas semut dan mutu semut adalah karena perlakuan budidaya, bukan karena beda jenis. Semut yg hidupnya terjamin akan lebih baik dan lebih besar. Perlakuan panen dan pasca panen juga mempengaruhi mutu telur kroto.

Karena periode hidupnya pendek dan kemampuan sub evolusi semut yg hebat, kita bahkan bisa mengubah ukuran semut ternakan dengan pola pakan dalam 2 atau 3 kali periode tetasan saja.
FISIK MORFOLOGIS DAN PENCERNAAN

Dari bentuk fisik atau morfologis semut, kita amati mulut, leher, pinggang, perut dan organ pencernaan, hingga saluran ekskresi dan kotorannya.

Mulut semut tidak mempunyai gigi pengunyah, penampung makanan di rongga mulut dan kulit pipi kaku tidak bisa elastis memasukkan sembarang ukuran makanan. Hanya ada dua gigi utama, itupun berfungsi sebagai penjapit (pembunuh) mangsa.
Leher dan pinggang semut hanya berukuran mikro, hanya beberapa kali lebih besar dari rambut. Organ lain dalam pencernaan juga tidak kompleks. Jika kita bedah, tidak kita temukan organ besar yang memproses makanan seperti pada mamalia atau bahkan serangga lain yg lebih besar.
Ini berarti makanan yg bisa diserap rangrang hanya berupa cairan atau yg bisa dicairkan. Makanan keras/kering tidak bisa melalui organ semut yang sangat kecil. Hewan atau serangga mangsa semut perlu dibunuh dan dibusukkan baru kemudian bisa diserap/dihisap oleh semut. Pakan kering tetap akan dicoba dicairkan oleh semut dengan cairan dari mulutnya, namun kurang efektif utk percepatan budidaya.

Semut tidak mampu mengolah makanan menjadi material bentuk ketiga di dalam tubuh. Kita coba beri sirup berwarna merah, maka perut pekerja bahkan sampai ke larva/pupa yang disuapinya pun berwarna merah. Coba dengan permen atau jelly hijau, maka perut pekerja sampai ke kroto yang disuapi akan berwarna hijau pula. Dari rasa pun begitu. Kroto dari pohon buah pakel akan berbau dan berasa seperti pakel. Semut yang minum sari jeruk dalam beberapa jam maka aroma, warna dan rasa sampai krotonya akan seperti jeruk.
Dari banyak percobaan, dengan makanan nabati maupun hewani, semut cenderung memakan material jadi. Protein dan glukosa sederhana. Bahkan protein pekat seperti telur ayam semut tidak bisa mengisap secara total.

Logika dari ukuran semut yg sangat kecil, ukuran pakan juga disesuaikan agar penyebaran atau perpindahan/mobilitas pakan ke sarang lebih mudah. Meski memang dengan berbagai cara semut tetap akan bergotong-royong mengangkat makanan hasil buruan.

ANATOMI GERAK DAN PENGLIHATAN

Semut rangrang mempunyai 6 buah kaki yang mampu bergelayut menahan tubuhnya bahkan dalam keadaan terbalik dan membawa mangsa sekalipun. Dari runutan struktur kaki, kita ketahui bahwa kekuatan semut mampu menopang berkali-kali lipat berat tubuhnya.
Secara umum tidaka mempunyai sayap,kecuali pada calon ratu dan pejantan. Sayap ini pun tidak berfungsi pokok, hanya diperlukan untuk prosesi kawin terbang pada periode calon ratu.
Mata semut tidak berfungsi optimal, cenderung buta. Antena dan kaki depan mempunyai fungsi penjejak yang utama. Ini berarti ada pengulangan jalur pada kegiatan koloni,baik itu dalam perburuan ataupun dalam rangka perpindahan.

Dari beberapa pertimbangan diatas, dapat kita tarik kesimpulan utk diterapkan dalam media buadidaya dan habitat semut rangrang. Lajur desain media sangat mempengaruhi pola konsentrasi penyebaran semut. Perusakan jalur dapat mengakibatkan tambahnya tenggat waktu menemukan jalur kembali seperti pada kasus rak baru. Hal ini dapat disiasati dengan peletakan koloni pada titik tertentu di area jalur putus. Bisa juga dengan meletakkan makanan/mangsa ataupun air gula sebagai runutan agar semut cepat menemukan jalur ke arah yg diinginkan.

Pertimbangan selain desain rak/habitat buatan, juga utk hitungan jarak aman isolasi. Peletakan sarang koloni, tempat makan, tempat minum, serta material bahan media. Jelasnya pernah saya ulas pd artikel Teori Ujung Perburuan, Media Budidaya, Rak Semut, serta desain kandang isolasi semi alam. Sebagai contoh, jarak aman isolasi pd posisi horisontal minimal 8 cm, dirunut dari ukuran semut rata2 adalah 1 cm dan kemampuan bertumpuk horizontal 3 sampai 4 ekor. Dengan asumsi ada dua kelompok tumpukan semut pada bidang rencana kabur, maka jangkauan semut maksimal 6cm.

PERILAKU DAN POLA HIDUP

Sebagai serangga koloni, tentunya pertama kita harus pikirkan kelengkapan kasta. Karena masing-masing mempunyai tugas yg berbeda, otomatis dengan tidak adanya salah satu komponen kasta maka kelangsungan kehidupan koloni akan timpang, dan bahkan bisa musnah. Ratu, pekerja, perawat harus lengkap. Calon ratu dan pejantan tidak harus ada, karena akan muncul dengan sendirinya pd periode musim calon ratu.

semut rangrangPola hidup dalam habitat asli semut bisa kita contoh utk menyesuaikan kandang. Suhu, tipe sarang, waktu rajutan, dan ruang lingkup. Semut cenderung ekspansif, penjelajah. Lingkup perburuan selalu diperluas dan tidak bisa diam. Perbandingan ruang gerak atau umbaran wajib diperhitungkan. Wilayah yg sempit mendorong semut utk ekspansi dengan berbagai cara, terjun misalnya. (Baca: Semut Terjun)

KEMAMPUAN SEMUT

Kerjasama koloni sangat terorganisir. Meskipun buta, kemampuan mencari jejak semut sangat ahli. Namun peletakan makanan/minuman atau calon sarang pd lalu lintas jalur semut yg lebih ramai akan mempercepat proses produktifitas koloni.
Pengamatan makanan yg sesuai dapat kita contoh pada sisa makanan pd sarang habitat asli di alam. Sisa serangga atau tulang belulang serta pergerakan pemburu di pucuk ranting tempat aphid bisa kita jadikan acuan.
Logika makanan semut yg selanjutnya dilihat dari material fisik larva, pupa, dan semut itu sendiri. Protein, glukosa, sedikit asam serta kalsium kita dapatkan. Tentu saja tetap dengan pertimbangan kemampuan organ cerna semut. (Baca: Pakan Semut)

UKURAN HASIL KROTO

Kemampuan modifikasi budidaya yang baik akan menhasilkan produk ternak semut rangrang yg baik pula. Dalam hal ini ukuran dan berat kroto. Meskipun tentu saja tetap ada batasannya. Hanya saja perlu kita ingat bahwa periodik telur kroto tidak dapat kita ubah. Kodrat umur larva tidak bisa dipercepat. Pemaksimalan hanya bisa ke arah mutu dan daya hidup semut serta produktifitas ratu dan pekerja. Modifikasi lain adalah pada desain dan kecermatan waktu sehingga jeda pembuatan sarang dan proses perburuan sampai ke asupan gizi semut dapat dibuat lebih baik.

LOGIKA PASAR

Berhubungan dengan cost operasional atau hitungan untung rugi ternak semut kroto. Dalam jual beli kroto, wajib kita kuasai adalah kemampuan sosialisasi dengan kicau mania atau pecinta burung. Meskipun ada pangsa pasar lain, namun pasar kroto yang utama adalah tetap tergantung pada jumlah pecinta burung yang ada dalam satu wilayah. Keberadaan dengan pasar burung akan lebih menguntungkan. Jakarta, Bandung, Klaten, Jogja, Solo, Semarang, Purwokerto, Magelang dan lain-lain adalah contoh market bagus kroto. Selain pada jarak jual, pemenuhan pakan kroto serta kwantitas penerimaan pasar juga lebih baik.

 

Semut Rangrang KrotoJogja

Related Images: