Semut Jantan Terlalu Banyak?


Kroto Jogja

Kroto Jogja

Pada periode catu muncul pula semut jantan (hitam kecil bersayap), dan kadang bahkan terlalu banyak semut jantan sehingga prajurit tersita waktunya untuk menyuapi pejantan dan efeknya produksi kroto berkurang. Itupun masih disusul tetasan larva jantan yang notabene tidak laku dijual karena burung gak terlalu suka.
Efek lainnya adalah muncul fenomena sarang pacaran, dimana sarang/toples dijadikan tempat berkumpul catu dan pejantan, dan tanpa selaput. Atau bahkan selaput putih yg sudah terbentuk dirusak. Hal ini karena pejantan lebih suka tempat agak berangin atau dekat sirkulasi udara.

Cara mengatasi:
Tempatkan satu toples pada posisi teratas( nduwur kerdus kui bro contone), bikin lebih banyak lubang agar sirkulasi udara terjamin, semut pejantan cenderung berkumpul pada dekat lubang… cedak bolongan
Nah kalau sudah berkumpul kita buang pejantan atau kita taruh di koloni lain agar dibantai, sisan nggo pakan.


Toples-toples yang bebas pejantan akan kembali merajut sarang dalam bbrp hari. Dan fase catu dianggap selesai lalu produksi kroto normal kembali. Tidak membahayakan catu krn bbrp ekor pejantan masih tersisa. Buat yg masih ingin larva ratu, hal ini jangan dilakukan karena akan menghentikan periode pupa ratu.
Lanangan nganggur ra mbejaji ini sekitar 20% jumlah tetasan, pada akhirnya mati juga setelah kawin, namun sangat mengganggu dalam jumlah yang berlebihan…

Related Images: