Menggemukkan Ratu

Menggemukkan ratu semut rangrang merupakan masalah pokok yang sering kita lupakan dalam budidaya semut rangrang penghasil kroto. Hal ini sangatlah wajar karena kurangnya informasi menyeluruh dari banyak pedagang bibit semut kroto. Yang ditakutkan mereka adalah kehilangan calon pembeli jika mengetahui bahwa ternak semut ternyata sulit.

Banyak faktor yang menentukan keberhasilan beternak semut, salah satunya adalah ratu.

Ratu semut dewasa normal berukuran diameter perut 5mm-9mm. Sering kita jumpai dalam budidaya semut di dalam populasi rak ratu semut yg kita letakkan tadinya gemuk lama kelamaan terlihat mengecil dan kurus. Hal ini terjadi karena dua hal, nutrisi tidak seimbang dan atau ratu terlalu bekerja keras karena over populasi, sehingga jumlah semut yg bergantung terlalu banyak.

 

 

Menggemukkan Ratu Semut Rangrang

Cara menggemukkan ratu paling mudah adalah dengan memasukkan ke dalam media karantina. Karantina paling efektif adalah dengan meletakkan ratu beserta kira-kira 2 liter pekerja ke dalam pohon yg pada pucuk rantingnya terdapat serangga bernama aphid. Aphid sendiri adalah serangga kecil bening kehijauan yg bersimbiosis dengan semut. Ada pula aphid hitam dan putih.

menggemukkan ratu semut rangrang penghasil kroto Aphid mendapatkan perlindungan dari predator sementara semut memanfaatkan cairan manis yg dihasilkan oleh aphid yg sering kita sebut madu daun.
Jarak dua minggu dari kita meletakkan ratu ke dalam pohon ber aphid akan terlihat ratu semakin gemuk dan bisa diletakkan kembali ke dalam habitat rak.
Kelemahan dari sistem ini adalah koloni semut tidak aman dari gangguan predator, serta tidak dapat dikontrol terlebih jika pohon terlalu besar. Hal ini dapat kita atasi dengan membuat tabulampot di tengah kolam.

Pohon yg memungkinkan dihuni aphid dan bisa ditanam dalam media pot adalah sejenis jeruk, nangka, mengkudu, dan lain sebagainya. Syarat pohon adalah yang pernah berbuah. Meski tidak harus pohon buah.

Dalam metode ini bisa juga pot pohon yg kita masukkan ke dalam rak. Atau berdekatan dengan rak media budidaya namun tetap dengan isolasi pengaman, misal diatas ember berisi air atau kolam. Kelemahan dari cara ini adalah pohon tidak bisa tahan lama dengan kapasitas populasi semut yg banyak.

Cara lain adalah dengan meletakkan ratu semut dalam populasi kecil dan diberikan madu murni secara terus menerus. Untuk karantina ini kita perlu memberikan pakan tambahan berupa larva tawon, belatung lalat ataupun sejenis larva lainnya. Namun begitu, hasil dari sistem karantina ini tetaplah tidak sebagus daripada karantina pohon yg notabene lebih mendekati alami.

Print Friendly, PDF & Email

Related Images: