Semut Budidaya

Seiring perkembangan dunia peternakan, secara habitat semut rangrang terbagi lagi menjadi semut liar dan semut budidaya. Semut rangrang liar umumnya mempunyai habitat di pepohonan dengan ketinggian antara 1 meter hingga 12 meter. Umumnya pada pohon dengan daun lebar tidak bergelugut dan pernah berbunga atau berbuah, karena pohon tipe ini yang dihinggapi aphid, sumber makanan pokok semut rangrang.
Semut rangrang budidaya pertama kali diperkenalkan Krotojogja pada medio 2009, menngunakan bermacam-macam media hingga yang terakhir seperti sekarang ini lebih banyak budidaya dengan sistem parit atau isolasi alami.
Semut budidaya pada awalnya berasal dari semut liar di alam, dengan proses karantina dan beberapa kali turunan hingga semut mampu beradaptasi dengan lingkungan media ternak. Jadi semut budidaya sama persis dengan semut liar, satu spesies, dan bukan semut silangan.