Persiapan Ilmu, Materi, dan Lingkungan

  • Persiapan Ilmu dan Materi
  • Persiapan Lingkungan
  • Persiapan Media
  • Persiapan Bibit
  • Persiapan Jaringan

PERSIAPAN ILMU DAN MATERI

Sudah kita ulas di dalam pengenalan budidaya semut, bahwa mempelajari semut rangrang yg termudah adalah dengan melihat semut itu sendiri secara seksama. Asal, jenis, bentuk, habitat, perilaku, dan lain-lain. Dalam teori simbah disebut ‘cara bodhone’ atau penelitian terhadap sesuatu dengan mempelajari apa yang terlihat indera saja.

Dan pada jaman ini teori itu bisa kita padukan dengan basis ilmu dasar dan alat yg kita miliki. Biologi dasar, kaca pembesar, Google, sejarah, observasi, tanya jawab dst. Banyak ilmuwan yang secara khusus mempelajari semut pada umumnya dan semut rangrang pada khususnya. Meskipun kebanyakan berasal dari luar negeri, beberapa ilmuwan di Indonesia sudah mempelajari kehidupan rangrang, meski untuk kepentingan lain, pertanian misalnya. Banyak juga pranala luar seperti antwiki.org, wikipedia.org, national geographic channel, dan sebagainya. Sedikit tips, jika Njenengan ingin menelusuri lebih jauh, cari saja daftar pustaka di web wiki dan menghubunginya secara pribadi. Hanya saja, kemampuan olah bahasa kita harus cukup memadai.

Termasuk salah satunya di website Krotojogja ini, kita akan belajar bersama satu per satu mengulas perihal semut rangrang. Kandang Krotojogja juga terbuka untuk umum, baik itu individu maupun instansi. Baik itu untuk sekedar wacana menambah wawasan, maupun untuk tujuan pengembangan, pendidikan, pengajaran, dan pengembangan.
Tidak dipungut biaya, karena kami sadar bahwa ilmu memang sangat berharga, tapi Tuhan memberikan petunjuk kepada kami secara cuma-cuma, maka kita harus dengan senang hati membaginya. Kami juga membutuhkan banyak masukan, karena memang secara logika basic ilmu kita berbeda-beda.
Banyak kalangan yang datang ke Krotojogja mempunyai kemampuan akademis maupun life experience yang berbeda dengan kami, secara umum akan memberikan gambaran yang berbeda pula, dan itu adalah masukan yang sangat berharga. Harapan kami, Njenengan semua juga dengan senang hati akan berbagi. Datang ke Krotojogja bukan untuk belajar dan kami menggurui, tapi kita akan belajar bersama memecahkan masalah-masalah peternakan semut karena memang itu tanggung jawab kita bersama demi kemajuan budidaya.

PERSIAPAN LINGKUNGAN

Lingkungan dalam budidaya kroto meliputi isian kandang, baik itu menggunakan sistem parit maupun rak dan sekitarnya. Idealnya kandang atau tempat habitat buatan untuk rak budidaya kroto semut rangrang adalah tempat terbuka namun tetap sejuk atau teduh. Suhu yang baik antara 20º – 33º C. Untuk media toples, suhu diatas 33º C semut tidak akan betah bertahan dan membuat sarang di dalam toples.

Persiapan Rak Semut Kroto

Pastikan rak dalam kandang tidak terkena sinar matahari langsung meskipun sebentar, karena biasanya di pagi atau sore hari sinar matahari masuk dari sisi samping kandang.
Tipe kandang semut adalah isolative, dengan menggunakan air pada pembatas rak. Keamanan luar juga wajib kita jaga untuk menghindari sampah luar dan gangguan hewan. Bisa dengan paranet ataupun pagar bambu dan lain sebagainya.
Karena kecenderungan semut naik ke atas, sebaiknya rak budidaya kroto cukup 1 atau dua tingkat saja. Ditambah tingkat paling bawah sebagai tempat meletakkan makanan, minuman, dan lahan perburuan. Rak budidaya kroto yg terbawah dibuat rapat, bisa dgn triplex ataupun bahan lain untuk menjaga semut/makanan agar tidak jatuh ke bawah.
Rak budidaya kroto bagian atas, sebagai tempat toples dibuat dgn bambu. Selain murah, kuat, juga banyak celah sehingga semut mudah keluar masuk sarang. Ini juga agar waktu perpindahan toples semut tidak terjepit.

Lajur belakang rak budidaya kroto berfungsi agar sosialisasi semut antar baris berjalan lancar. Mempersingkat jalur perburuan semut ke lapisan rak budidaya kroto bawah dan sebaliknya.

Gambar contoh berukuran 180 X 60cm, cukup untuk 120 toples sosis, dibagi pada dua tingkat masing-masing 60 toples. Idealnya diberi 4 ekor ratu semut, diletakkan pada pojok rak budidaya kroto paling bawah.

Pengaman Rak

Pembatas rak atau ‘rambangan’ bisa dengan oli, minyak, air, abu, tepung2an, kapur ajaib dan sebagainya. Oli dan air mungkin lbh familiar di kalangan peternak. Ada berbagai macam kelebihan dan kekurangan.

Oli/minyak

Tingkat penguapan minim, tidak disukai hewan lain utk diminum, jd mempunyai tingkat keawetan tinggi. Kaki rak cukup terlindung dr jamur atau karat. Mudah dicari dan bahkan cukup dioles pun semut sudah takut. Namun oli mempunyai kepekatan luar biasa, sehingga daya apung thdp benda2 lembut seperti debu, sisa makanan ataupun bangkai kaki semut sangat tinggi. Riskan utk rak besar. Uap dr oli dlm jangka panjang jg berpengaruh. Bahkan dlm 6 sampai 10 periode tetasan telur akan semakin kecil. Semut tidak terlalu nyaman, sering berpindah2 tempat dan kurang nafsu makan. Efek ini kurang lebih sama dgn bahan lain yg tidak alami.

Air

Dari semua yg sudah disebutkan, pengaman rak semut dengan air mempunyai kadar kenetralan paling tinggi. Kandang cenderung dingin, daya apung jg rendah sehingga mengurangi resiko jembatan semut. Dlm kondisi darurat, semut dpt mrngambil air di kaki rak utk minum. Kelemahan air adalah karena kelembabannya memicu jamur dan pelapukan pd kaki rak. Pd rambangan kecil, sering ditemukan kering krn diminum hewan peliharaan lain seperti ayam, kucing, anjing, dst. Pembatas air bisa dimodifikasi sesuai tempat. Sistem ember, parit, atau kolam seperti saya. Jgn lupa diberi ikan utk mengurangi jentik nyamuk.

Pengaman air pada bisa menggunakan ember maupun dengan kolam. Untuk kandang pararel, kolam mempunyai efektifitas tinggi karena lebih murah dan tentu saja awet. Awet bahannya karena terbuat dari semen, dan awet airnya pula karena dalam jumlah banyak, tidak takut kering hanya karena diminum hewan lain maupun menguap. Menggunakan kolam lebih fungsional juga karena pengaman jentik bisa dengan bantuan ikan.

Bagian bawah tiang rak sebaiknya dengan bahan yang tidak mudah lapuk di dalam air. Untuk rak kayu, bisa dengan ganjal mauput dibalut dengan semen. Rak di krotojogja pada tiang bagian bawahnya menggunakan botol air mineral yang panjang dan diisi dengan cor semen.

Fungsi dari ikan pada kolam pengaman rak kroto :

  1. Fungsi budidaya, dalam hal ini mina kroto memerlukan perlakuan lebih. Selain kedalaman harus juga disesuaikan dengan kebutuhan ikan, harus ada bagian kolam yang diluar naungan atap kandang kroto agar tetap terkena sinar matahari. Namun begitu, untuk fungsi pengaman air saja, kolam tidak memerlukan kedalaman lebih, yang penting tetap ada air yang membatasi rak. Beberapa kolam di Krotojogja juga hanya mempunyai kedalaman sekitar 20cm atau satu bata saja.
  2. Fungsi keamanan oleh ikan. Keamanan lingkungan lebih terjaga, karena ikan membersihkan jentik nyamuk maupun serangga lain yang masuk ke kolam. Keamanan kandang juga terkontrol. Ikan cenderung tertarik pada gerakan di air. Jika ada semut yang berusaha membuat jembatan untuk melarikan diri,ikan akan segera menghampiri karena gerakan kaki semut pada kaki rak. Semut dimakan atau tidak, ikan yang melewati posisi potensi jembatan akan memutus jembatan semut.
    Hal ini juga efektif untuk sampah yang tercebur dalam kolam, karena rata-rata benda ringan akan mengapung pada kolam diam. Dengan adanya ikan, gerakan yang ditimbulkan akan segera menenggelamkan.

Namun begitu, pemantauan fisik dari kita tetap dibutuhkan. Semua hal yang berpotensi merusak pengaman harus kita atasi secepatnya.

Selanjutnya, persiapan media budidaya >>

Score Artikel
[Total: 1 Average: 5]

Copied!