Pakan Semut

Pakan semut kroto pada intinya ada dua hal, yakni glukosa dan protein. Karena semut kroto tidak mempunyai organ kompleks alias bentuk morfologisnya sederhana, maka sebaiknya pakan semut kita buat yang mudah diserap. Keawetan pakan semut yang kita berikan juga perlu diperhatikan karena apabila basi atau berjamur susah untuk kita bersihkan.

Pakan semut kita sajikan dalam wadah yang mudah dijangkau semut dan yang terpenting tidak menjebak semut, diberikan dalam wadah tersendiri agar tidak mengganggu atau mengintimidasi semut, dan kotoran dari sisa makanan tidak membuat toples mudah berjamur atau menimbulkan gas yang membuat semut tidak betah tinggal di dalam toples.

Semut bisa tahan untuk tidak makan selama berhari-hari, namun tidak tahan jika kekurangan cairan. Air gula menjadi hal yang wajib ada. 6 jam dari kehabisan air gula dapat memicu semut terjun pada koloni rapat.

 

Madu

Minuman madu tawon mempunyai kandungan kompleks, termasuk glukosa dan protein tinggi serta tanpa residu atau sisa. Awet serta mudah diserap. Hanya saja madu sulit didapatkan, harga madu juga terbilang tinggi di pasaran. Pemberian madu terus menerus akan menjadikan anakan F1 semut menjadi berukuran lebih besar dan tanpa efek samping. Penting diperhatikan bahwa jangan sekali-kali diberi madu kemasan, karena keaslian tidak terjamin. Belilah madu ke peternak lebah langsung atau mencari di alam karena madu kemasan sudah tercampur perasa, pengawet ataupun pewarna.

Air Gula

Murah, mudah didapat dan awet. Pilih gula pasir yang berwarna kecoklatan, karena gula yang terlalu putih kurang manis dan pemutih gula juga tidak baik untuk semut. Campurkan seperempat kilogram gula pasir ke dalam satu liter air bersih. Air yang digunakan bisa mentah atau mateng. Air pam sebaiknya diendapkan dulu sebelum dicampurkan. Air gula efektif diminum oleh semut setelah sehari sampai dengan maksimal 5 hari dari waktu pengadukan. Idealnya semakin manis semut semakin suka, tetapi pada adukan yang terlalu kental semut akan mudah terjebak dan mati. Gula pasir mempunyai ketahanan cukup lama. Pemanis buatan (sakarin) tidak disarankan. Sejenis sirup/air buah, air gula merah, nira bisa juga diberikan dalam skala kecil. Sebagai perbandingan jika air gula putih tahan sekitar 5 hari, air gula merah pada hari ketiga timbul selaput gel, nira(legen) pada hari kedua berbusa, air teh berselaput pd hari kedua, air kopi menjamur setelah hari keempat.

Serangga

Hampir semua jenis serangga dapat digunakan untuk pakan semut, meskipun ulat hongkong dan jangkrik adalah yang mudah ditemukan karena memang sudah banyak yg membudidayakan. Kandungan protein cukup tinggi. Untuk menjaga agresifitas semut sebaiknya serangga diberikan dalam kondisi hidup. Proses penyerapan serangga sekitar tiga hari. Serangga hasil sergapan akan disuntik cairan oleh semut, diperam sekitar 18 jam sebelum akhirnya diserap oleh semut. Sisa selongsong serangga umumnya akan dibuang sendiri oleh semut jika mampu terangkat. Jadi sebaiknya serangga diberikan tiga hari sekali, dan harus variatif agar tidak menimbulkan kebosanan semut. Pemberian serangga terlalu banyak akan ditampung di dalam toples dan jika penyerapan cairan semut lambat akan menimbulkan gas, serta memancing jamur jika sudah setengah kering.

Daging

Untuk daging/tulang sisa masak disukai semut, hanya saja perlu dicincang kecil agar mudah diangkat dan paparan penyerapan lebih banyak. Pembusukan/pengeringan daging lebih cepat daripada penyerapan oleh semut. Jadi sebaiknya berikan dalam jumlah kecil dan setelah 2-3 hari harus segera kita buang sisanya.

Larva

Larva tawon, larva serangga termasuk belatung kadar protein termasuk tinggi dan material protein mudah diserap karena cair. Residu minim, tanpa sisa. Dalam koloni semut besar, larva akan segera habis dalam hitungan jam. Sangat bagus diberikan untuk pakan semut.

Logika Pakan Semut dilihat dari Fisik Semut

Sudah kita ulas di halaman lain tentang bagaimana mempelajari semut dengan menggunakan logika.

Dari bentuk fisik atau morfologis semut, kita amati mulut, leher, pinggang, perut dan organ pencernaan, hingga saluran ekskresi dan kotorannya.

makanan bernutrisi untuk pakan semut krotoMulut semut tidak mempunyai gigi pengunyah, penampung makanan di rongga mulut dan kulit pipi kaku tidak bisa elastis memasukkan sembarang ukuran makanan. Hanya ada dua gigi utama, itupun berfungsi sebagai penjapit (pembunuh) mangsa. 
Leher dan pinggang semut hanya berukuran mikro, hanya beberapa kali lebih besar dari rambut.

Organ lain dalam pencernaan juga tidak kompleks. Jika kita bedah, tidak kita temukan organ besar yang memproses makanan seperti pada mamalia atau bahkan serangga lain yg lebih besar.
Ini berarti makanan yg bisa diserap rangrang hanya berupa cairan atau yg bisa dicairkan. Makanan keras/kering tidak bisa melalui organ semut yang sangat kecil. Hewan atau serangga mangsa semut perlu dibunuh dan dibusukkan baru kemudian bisa diserap/dihisap oleh semut. Pakan kering tetap akan dicoba dicairkan oleh semut dengan cairan dari mulutnya, namun kurang efektif utk percepatan budidaya.

Semut tidak mampu mengolah makanan menjadi material bentuk ketiga di dalam tubuh. Kita coba beri sirup berwarna merah, maka perut pekerja bahkan sampai ke larva/pupa yang disuapinya pun berwarna merah.

Coba dengan permen atau jelly hijau, maka perut pekerja sampai ke kroto yang disuapi akan berwarna hijau pula. Dari rasa pun begitu. Kroto dari pohon buah pakel akan berbau dan berasa seperti pakel. Semut yang minum sari jeruk dalam beberapa jam maka aroma, warna dan rasa sampai krotonya akan seperti jeruk. 
Dari banyak percobaan, dengan makanan nabati maupun hewani, semut cenderung memakan material jadi. Protein dan glukosa sederhana. Bahkan protein pekat seperti telur ayam semut tidak bisa mengisap secara total.

Logika dari ukuran semut yg sangat kecil, ukuran pakan juga disesuaikan agar penyebaran atau perpindahan/mobilitas pakan ke sarang lebih mudah. Meski memang dengan berbagai cara semut tetap akan bergotong-royong mengangkat makanan hasil buruan.