Kegagalan Beternak Semut

Faktor kegagalan beternak semut ada banyak sekali,namun saya kali ini lebih tertarik untuk membahas faktor manusia.

Apa yg membuat Anda tertarik memelihara semut? Apakah beternak semut itu mudah?
Sebelumnya mungkin akan ada beberapa teman yg gerah membaca tulisan ini, tapi demi kemajuan kita bersama, kemudahan bagi pemula dan kelangsungan peternak yg sudah eksis bersusah payah memulai usaha, saya akan tuliskan bbrp hal yg mungkin bisa Njenengan jadikan pertimbangan sebelum menginvestasikan banyak uang dan waktu untuk memulai usaha beternak semut kroto.

Dari fakta di lapangan, entah ratusan atau bahkan ribuan orang yg sudah berkunjung di kandang KrotoJogja dari segi semangat patut saya acungi jempol. Dan tidak bisa dipungkiri sebagian besar dari mereka datang karena terbawa arus booming semut kroto. Sebagian sudah berbekal membaca dari buku atau dari internet tentang budidaya semut kroto. Dan dari ratusan yg datang itu, ratusan pula saya mentahkan. Apakah itu?

  1. Tentang hasil kroto
    Rata-rata orang percaya bahwa dalam satu toples sosis bisa menghasilkan setengah ons kroto tiap bulan. Entah darimana asal muasal pendapat ini, tp begitu merebak di kalangan peternak pemula. Yg jelas bbrp oknum sengaja membiarkan asumsi ini demi keuntungan mereka.
    Lalu berapa hasil kroto dari tiap toples semut? Benar setengah ons. Bahkan lebih. Tapi, tidak semua. Dari ratusan toples di rak, tidak lebih dari 10% yang mempunyai berat setengah ons. Hanya beberapa toples yg terletak di pojok atau pinggir rak yg terisi penuh, krn ada kecenderungan semut utk menghuni sarang yg dekat dengan jalur terlebih dahulu. Faktor lain dari hasil kroto selain desain media juga pakan, lingkungan, jumlah ratu, suhu, dan lain sebagainya, sudah sering kita bahas dalam artikel lain di krotoJogja.
    Dari pengalaman ternak saya yg notabene sudah lebih dari lima tahun dan dengan perbandingan suhu di beberapa tempat, hasil kroto dalam satu toples sosis adalah 0.10 sampai 0.55 ons. Dan itu tidak bisa kita hitung rata-rata karena grafik terbesar ada pada kisaran 0.30 ons ke bawah. Jadi, jangan coba-coba memulai budidaya semut kroto dengan pengajuan proposal pendanaan berdasarkan hitungan dari orang yg memanfaatkan dana Njenengan.
  2. Tentang beternak semut kroto tanpa ratu
    Saya kira sudah cukup jelas dalam artikel ‘fungsi ratu’, dan sebagai bahan pertimbangan tentang jumlah ratu bahwa karena perkembangan populasi semut pekerja/perawat sangat pesat maka jumlah ratu pada awal kita budidaya tentu saja menjadi sangat kurang dalam bulan-bulan berikutnya. Ketersediaan ratu dan atau ketakutan penjual bibit akan minat pembelilah yg mendorong pendapat beternak semut kroto tanpa ratu dapat berhasil. Lebih rumit lagi bukan?
  3. Tentang toples sosis sebagai media budidaya
    Kita pernah mengulas dalam artikel media budidaya, bahwa semut tidaklah pemilih dalam hal media untuk sarang. Penggunaan media didasari atas mudahnya kita mencari media tersebut dan mudahnya pengelolaan termasuk panen dan pembersihan. Paralon, bambu, besek, kardus atau apapun masing-masing mempunyai kelemahan dan keunggulan. KrotoJogja menggunakan toples sosis hanya untuk pengiriman bibit, krn packing kuat, mudah didapat dan ukurannya diketahui publik. Toples juga mudah dipantau sehingga terjadi transparansi antara penjual dan pembeli.
  4. Tentang continuitas hasil panen
    Kesinambungan panen selama ini diyakini bahwa dari setiap koloni yg kita kembang-biakkan akan terus-menerus menghasilkan kroto tanpa mengenal musim. Hal ini adalah salah besar. Hasil kroto bagus di kala musim penghujan menginjak bulan kedua sampai sepertiga akhir musim kemarau. Diluar musim ini hasil kroto menurun drastis dikarenakan muncul calon ratu dan drones atau pejantan. Tatacara mengatasi musim ini akan kami bahas dalam artikel selanjutnya.
  5. Tentang kandang
    Banyak iklan tentang usaha budidaya semut kroto yg menonjolkan bahwa seolah-olah semut tidak membutuhkan banyak tempat, bisa diletakkan dimana saja dan seolah-olah bisa dikesampingkan. Kandang budidaya semut kroto yg benar haruslah terisolir, tidak terganggu dan karena membahayakan otomatis harus diletakkan tersendiri terbebas dari aktifitas hunian. Penggunaan mesin dan obat-obatan maupun pewangi dalam hunian sangatlah mengganggu semut.
  6. Tentang Pakan
    Hasil kroto sangatlah bergantung dari pakan. Dalam rumus FCR, tentu saja utk jumlah berat hasil yg kita inginkan membutuhkan berat pakan satu atau bbrp kali jumlah beratnya. Tidak akan mungkin kita mendapatkan sekilo kroto jika jumlah pakan tidak sebanding atau lebih. Bisa kita logika darimana asalnya. Akan kami ulas setelah ini.

Ada beberapa kelemahan peternak semut kroto yg tidak dapat kami ulas satu per satu, semoga dalam waktu yg lain dapat kami kemukakan. Monggo dipelajari dulu dengan seksama, usahakan melihat peternakan yg sudah berjalan sebagai referensi budidaya, dan jangan mudah tergiur dengan iming-iming tentang kemudahan beternak dan hasil kroto, karena semut merupakan ternakan yg tidak umum. Hasil dari ternak semut hampir tak jauh beda dengan ternak lain pada umumnya, semakin besar hasilnya otomatis semakin banyak resiko dan modal entah itu waktu maupun dana. Mari kita lebih bijak menyikapi..
Kunjungi kandang KrotoJogja untuk referensi sebelum budidaya. Tidak dipungut biaya.

Score Artikel
[Total: 0 Average: 0]

Copied!