Tag Archives: semut rangrang

Weaver ant (semut penenun) penghasil kroto biasa juga disebut kerangga, semut angkrang/ngangkrang (Jawa) atau semut rangrang. Hanya ada dua jenis semut dalam genus ini.
Salah satunya di wilayah kita, dalam bahasa ilmiah Oecophylla Smaragdina. Hidup di sebagian Australia Utara, Asia Selatan dan Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Sementara saudara tuanya Oecophylla Longinoda menguasai benua Afrika Tengah sekitarnya. Jadi hanya ada satu 2 jenis nggih, dan yg satu jelas tidak ada disini. Belum juga ada perijinan umum memasukkan Longinoda ke Indonesia.

Kesimpulannya adalah bahwa tidak ada semut super, semut F1 turunan, dst. Hanya ada satu jenis semut rangrang di Indonesia, persis dengan yang di alam seperti yg sering kita lihat. Ragam penamaan hanya sebagai daya tarik jual saja. Besar kecil ukuran semut, agresifitas semut dan mutu semut adalah karena perlakuan budidaya, bukan karena beda jenis. Semut yg hidupnya terjamin akan lebih baik dan lebih besar. Perlakuan panen dan pasca panen juga mempengaruhi mutu telur kroto.

Karena periode hidupnya pendek dan kemampuan sub evolusi semut yg hebat, kita bahkan bisa mengubah ukuran semut ternakan dengan pola pakan dalam 2 atau 3 kali periode tetasan saja.

FISIK MORFOLOGIS DAN PENCERNAAN

Dari bentuk fisik atau morfologis semut, kita amati mulut, leher, pinggang, perut dan organ pencernaan, hingga saluran ekskresi dan kotorannya.

Mulut semut tidak mempunyai gigi pengunyah, penampung makanan di rongga mulut dan kulit pipi kaku tidak bisa elastis memasukkan sembarang ukuran makanan. Hanya ada dua gigi utama, itupun berfungsi sebagai penjapit (pembunuh) mangsa.
Leher dan pinggang semut hanya berukuran mikro, hanya beberapa kali lebih besar dari rambut. Organ lain dalam pencernaan juga tidak kompleks. Jika kita bedah, tidak kita temukan organ besar yang memproses makanan seperti pada mamalia atau bahkan serangga lain yg lebih besar.
Ini berarti makanan yg bisa diserap rangrang hanya berupa cairan atau yg bisa dicairkan. Makanan keras/kering tidak bisa melalui organ semut rangrang yang sangat kecil. Hewan atau serangga mangsa semut perlu dibunuh dan dibusukkan baru kemudian bisa diserap/dihisap oleh semut. Pakan kering tetap akan dicoba dicairkan oleh semut dengan cairan dari mulutnya, namun kurang efektif utk percepatan budidaya.

Semut rangrang tidak mampu mengolah makanan menjadi material bentuk ketiga di dalam tubuh. Kita coba beri sirup berwarna merah, maka perut pekerja bahkan sampai ke larva/pupa yang disuapinya pun berwarna merah. Coba dengan permen atau jelly hijau, maka perut pekerja sampai ke kroto yang disuapi akan berwarna hijau pula. Dari rasa pun begitu. Kroto dari pohon buah pakel akan berbau dan berasa seperti pakel. Semut yang minum sari jeruk dalam beberapa jam maka aroma, warna dan rasa sampai krotonya akan seperti jeruk.
Dari banyak percobaan, dengan makanan nabati maupun hewani, semut cenderung memakan material jadi. Protein dan glukosa sederhana. Bahkan protein pekat seperti telur ayam semut tidak bisa mengisap secara total.

Logika dari ukuran semut yg sangat kecil, ukuran pakan juga disesuaikan agar penyebaran atau perpindahan/mobilitas pakan ke sarang lebih mudah. Meski memang dengan berbagai cara semut tetap akan bergotong-royong mengangkat makanan hasil buruan.

Feromon pada Semut Budidaya

Secara garis besar, feromon merupakan aroma yang dihasilkan oleh hewan sebagai penjejak atau pengenal kepada binatang sejenis sebagai kode atau signal dalam berkomunikasi. Dalam koloni semut rangrang, kita lebih mudah…

Koloni Semut – Perpindahan dan Pembantaian ratu

Kita garisbawahi disini bahwa ratu semut rangrang penghasil kroto bukanlah pemimpin mutlak, keinginan ratu yang diikuti koloni semut rangrang hanyalah semata karena kepentingan umum koloni. Beberapa percobaan membuktikan bahwa pemimpin…

Aphid – Mutualisme Semut

Beberapa kali kita ulas bagaimana aphid menjadi sangat vital dalam kehidupan semut rangrang. Bukan berarti mereka tidak bisa hidup tanpa serangga kecil ini. Tapi, mutualisme yg terjadi tentu bukan tanpa…

Kroto dan Bisnis Pembohongan Publik

Secara harfiah, kroto dapat diartikan sebagai larva dan pupa semut rangrang. Berfungsi utama sebagai suplemen pakan burung terutama burung kicau. Dan ini benar, banyak pihak bahkan dari jaman dahulu sejarah…

musim calon ratu semut kroto

Musim Calon Ratu – Faktor Kegagalan

Musim calon ratu (caltu) adalah momok menakutkan bagi peternak budidaya semut kroto. Hampir sebagian besar alasan kegagalan adalah karena periode musim caltu. Sebelum membahas tentang musim calon ratu baiknya kita…

Semi Alam : Persiapan

Metode semi alam dalam beternak semut kroto menggunakan pepohonan sebagai habitat asli. Namun begitu metode ini masih jarang dipakai dikarenakan selain banyak keuntungan yang didapatkan juga memerlukan bermacam modal serta…

album

Semi Alam : Kelemahan dan Kelebihan

Budidaya semut rangrang penghasil kroto dengan menggunakan metode semi alam memang terlihat sangat mudah. Penampakan dari media dan habitat murni mirip dengan kehidupan semut rangrang di alam liar. Namun begitu…

Info Pelatihan Budidaya Kroto

Pelatihan Budidaya Kroto diadakan di KrotoJogja Patihan RT 02 Sanden Bantul Jogjakarta, desa terakhir sebelum masuk Kawasan Wisata Pantai Goa Cemara hari Sabtu dan Minggu setelah jam 02.00 WIB. Dari arah…

Panen Kroto

Aktifitas panen kroto merupakan tantangan tersendiri dalam budidaya semut rangrang. Entah itu di rak maupun dengan metode semi alam, panen tetaplah sulit dilakukan apalagi oleh pemula. Kemampuan dan keterampilan memanen…

semut kroto

Pemindaian Toples Kroto Sebelum Panen

Beberapa hal wajib dipersiapkan sebelum panen. Sebelum proses pemanenan semut rangrang penghasil kroto, pemindaian hendaknya dilakukan. Pemilahan toples perlu dilakukan agar pada saat pemanenan dapat berlangsung cepat dan mengurangi intimidasi kepada…

Kelemahan Peternak Semut

Apa yg membuat Anda tertarik memelihara semut? Apakah beternak semut itu mudah? Mari kita ulas sedikit kelemahan peternak semut kroto yang sering kita jumpai. Beberapa hal saya dapatkan secara langsung…

toples sosis

Ketergantungan Peternak Akan Media Toples Sosis

Halo kawan-kawan TKJ, sebelum penulis membahas lebih lanjut tentang posting kali ini ada baiknya kembali penulis ingatkan. “Ternak Semut Kroto Tidak HARUS menggunakan media plastik/toples.” Berkembangnya Ternak Kroto Jogja adalah…