Tag Archives: kroto

Dalam satu sarang besar kroto di alam, semut membagi kamar dengan desain tersendiri sesuai fungsinya masing-masing. Dalam hal ini desain terpengaruh oleh kebutuhan intensitas cahaya pembentuk suhu dan juga besar kecil fentilasi udara.

Pada habitat rak dengan toples pararel, fungsi tiap toples berbeda-beda menurut kebutuhan semut. Hal ini terjadi karena peletakan toples kita acak menurut semut, sehingga kita temui beberapa toples akan penuh telur, sedangkan beberapa yang lain berisi banyak semut namun sedikit telur, atau bahkan tak berisi semut sama sekali. Pembagian fungsi toples adalah runutan awal pengamatan telur semut kroto.

Larva
Dapat kita sebut ‘ndog dedak’ karena ukurannya yang masih selembut pur pakan burung, berwarna agak kuning dan cenderung basah. Larva hasil ratu terlihat kuning kehijauan dan agak kering. Larva baru terkumpul di sekitar inang sampai semut perawat memindahkan larva menyebar di dinding toples bagian atas. Pada koloni toples dengan jumlah induk serempak banyak dan jumlah perawat sedikit, larva sering terlihat menumpuk atau menggumpal. Ini menandakan bahwa produksi telur nantinya akan maksimal.


Sebagian larva nantinya akan dilumat oleh pekerja untuk dijadikan bahan sarang, yang nantinya digunakan untuk menampung pupa sampai menjadi bakalan semut yang kita sebut kroto. Pada toples baru, larva dilumat dalam jumlah besar sehingga semut tidak terlihat berkembang. Pada sarang lama, larva hanya akan diambil sebagian untuk melapisi sarang yang sudah ada. Setiap lapisan mewakili periode bertelur semut. Semakin tebal rajutan sarang berarti semakin tua pula umur koloni.
Perlu diketahui bahwa rajutan sarang semut dibentuk menyerupai labirin, dan dalam perkembangan pelapisan sarang sering labirin tersebut tertutup sehingga jalur masuk semut menjadi buntu ataupun fentilasi udara terhenti. Sedikit sisa makanan yg tertinggal dan tertutup lapisan rajutan baru membuat sarang berjamur kehitaman.
Hal ini memicu ditinggalkannya toples ( baca artikel tentang toples kosong ).

Pupa
Selanjutnya setelah 5 hari dari keluarnya larva, penyebaran sudah semakin meluas hingga dinding samping bawah toples. Pada minggu pertama jenis pupa sudah dikelompokkan oleh semut, dan pengasuhan dialihkan dari semut perawat ke semut pekerja karena memang ukuran telur sudah semakin membesar. Setelah ini terlihat kelompok kecil telur yang ukurannya tidak betambah besar, hanya sekitar 2 milimeter. Ini adalah telur yang nantinya akan jadi semut perawat.

Di bagian yang lebih bawah telur berukuran lebih besar. Panjang telur sekitar 3-5 milimeter. Dalam masa ini belum dapat dipastikan bahwa ini akan menjadi kroto pekerja, karena pada periode calon ratu beberapa telur akan berkembang menjadi super besar mencapai 10-11 milimeter yang nantinya akan menjadi calon ratu, dan juga 2-3 bulan setelahnya muncul larva calon pejantan. Seukuran larva semut pekerja namun berusia lebih pendek. Jika larva pekerja terlihat morfologis tubuhnya pada usia 15 hari, maka pejantan terlihat lebih cepat. Disertai bintik calon sayap.
Pada minggu kedua diawali dengan bintik hitam di ujung larva maka bentuk telur sudah mulai mendekati lengkap. Secara morfologis tinggal menyempurnakan detail organ terutama kaki dan kepala.

Kroto
Larva umur 3 minggu sudah terlihat agak jelas bentuk semutnya, ini yang biasa kita namakan kroto. Ukuran sudah menyerupai semut dewasa, hanya karena bagian kaki dan antena masih menekuk maka terlihat lebih pendek.

telur semut krotoPeletakan kroto cenderung ke arah bagian toples yang gelap. Pada malam hari di dinding toples terlihat berjajar, namun pada siang terang kroto disembunyikan ke dalam rajutan sarang.

Untuk kandang yang intensitas cahayanya sedang, kroto masih bisa terlihat sebagian di dinding toples. Pada kandang terbuka, ada baiknya kontrol telur dilakukan malam hari.
Usia kroto bertahan sampai sekitar 26 hari. Itu berarti kita punya waktu efektif panen sekitar 5 hari.

Semut
Setelah keluar sarang, semut muda berwarna lebih cerah, merah kekuningan. Setelah 12 jam, kita tak bisa lagi membedakan umur semut secara sekilas karena warna cenderung sama semua. Semut yang lebih tua berwarna lebih kusam merah tua hingga kehitaman. Pada kondisi pemberian makan yang baik semut pekerja efektif bertelur beberapa hari setelah keluar sarang hingga mati pada umur 5-8 bulan.

Kunjungi kandang KrotoJogja untuk referensi sebelum budidaya, sehingga kelemahan peternak semut kroto bisa kita minimalisir. Tidak dipungut biaya.

Pengganggu dan Pemangsa Semut Rangrang

Hewan pengganggu dan pemangsa semut rangrang pada budidaya kroto berbeda-beda pada setiap lokasi atau lingkungan tempat budidaya berada. Habitat semut rangrang tersebar hampir ke semua daerah di Indonesia, namun predator atau…

Semut Rangrang – Logika Budidaya

Mempelajari semut rangrang yg termudah adalah dengan melihat semut itu sendiri secara seksama. Asal, jenis, bentuk, habitat, perilaku, dan lain-lain. Dalam teori simbah disebut ‘cara bodhone‘ atau penelitian terhadap sesuatu…

Kroto dan Bisnis Pembohongan Publik

Secara harfiah, kroto dapat diartikan sebagai larva dan pupa semut rangrang. Berfungsi utama sebagai suplemen pakan burung terutama burung kicau. Dan ini benar, banyak pihak bahkan dari jaman dahulu sejarah…

Harga Kroto Fantastis, antara Mimpi dan Realita

Harga kroto yang cukup tinggi cukup menggiurkan calon pelaku bisnis kroto, bahkan bisa dikatakan sangat menghipnotis. Apalagi dengan beberapa ulasan yang tanpa pengalaman ternak atau sekedar ingin mencari untung penjualan…

Info Pelatihan Budidaya Kroto

Pelatihan Budidaya Kroto diadakan di KrotoJogja Patihan RT 02 Sanden Bantul Jogjakarta, desa terakhir sebelum masuk Kawasan Wisata Pantai Goa Cemara hari Sabtu dan Minggu setelah jam 02.00 WIB. Dari arah…

Kasta Semut

Seperti halnya serangga koloni lain, semut juga terbagi dalam berbagai kasta. Khususnya semut rangrang, kasta semut lebih sederhana. Terbagi menjadi ratu, pekerja/prajurit, perawat, dan pejantan. Tidak seperti semut api atau…

Panen Kroto

Aktifitas panen kroto merupakan tantangan tersendiri dalam budidaya semut rangrang. Entah itu di rak maupun dengan metode semi alam, panen tetaplah sulit dilakukan apalagi oleh pemula. Kemampuan dan keterampilan memanen…

semut kroto

Pemindaian Toples Kroto Sebelum Panen

Beberapa hal wajib dipersiapkan sebelum panen. Sebelum proses pemanenan semut rangrang penghasil kroto, pemindaian hendaknya dilakukan. Pemilahan toples perlu dilakukan agar pada saat pemanenan dapat berlangsung cepat dan mengurangi intimidasi kepada…

semut kroto

Budidaya Semut Kroto

Budidaya semut kroto dapat dilihat langsung di penangkaran semut di Kroto Jogja. RT 02 Patihan, Sanden, Bantul, Jogja, 700m sebelum gerbang TPR Pantai Goa Cemara Beberapa contoh gambar media budidaya…

Pengaman Rak Semut

Pengaman rak semut  atau ‘rambangan’ bisa dengan oli, minyak, air, abu, tepung2an, kapur ajaib dan sebagainya. Oli dan air mungkin lbh familiar di kalangan peternak. Ada berbagai macam kelebihan dan kekurangan….

Persiapan Rak Budidaya Kroto

Budidaya kroto seperti halnya ternak lain pada umumnya perlu aneka macam persiapan. Diantaranya rak budidaya kroto. Karena kecenderungan semut naik ke atas, sebaiknya rak budidaya kroto cukup 1 atau dua…

musim calon ratu

Ratu – Menangkap Semut Liar dengan Ratu Semut

Seringkali terdapat semut pekerja berkeliaran diluar rak semut kita, dan kita sangka itu adalah semut budidaya yang terlepas. Kemungkinan besar memang begitu, namun jika kandang semut kroto berada di lingkungan…