Koloni Semut – Perpindahan dan Pembantaian ratu

Kita garisbawahi disini bahwa ratu semut rangrang penghasil kroto bukanlah pemimpin mutlak, keinginan ratu yang diikuti koloni semut rangrang hanyalah semata karena kepentingan umum koloni. Beberapa percobaan membuktikan bahwa pemimpin pokok koloni adalah semut tentara atau pekerja. Dan yang unik lagi adalah tidak ada satu pemimpin dominan dalam koloni semut rangrang, melainkan demokratis. Menyesuaikan kebutuhan dan keadaan. Komando berantai pergerakan semut sangat tergantung pada situasi dan jumlah semut pada saat kejadian terjadi.

koloni semut rangrang

Perpindahan semut rangrang

Pokok-pokok perintah koloni berkaitan dengan pengaturan posisi sarang tinggal, wilayah perburuan, letak kekuasaan koloni, letak ruang-ruang sarang dan sebagainya. Termasuk juga disini apa yang harus dilakukan terhadap ratu adalah karena pendapat demokratis prajurit semut. Aturan ini juga berlaku terhadap semua warga koloni semut, mulai dari telur kroto hingga warga dewasa.

Perpindahan Ratu

Sebelum kita ulas, perlu kita ketahui bahwa perpindahan ratu semut rangrang adalah hal wajar. Baik itu dalam habitat asli, maupun dalam rak budidaya. Ada berbagai macam pertimbangan yang mengakibatkan ratu semut pindah. Yang perlu kita perhatikan dalam budidaya hanyalah penyebab negatif perpindahan tersebut untuk kita benahi. Keamanan dan kenyamanan jalur perpindahan semut agar selama dalam proses perpindahan terjadi tetap aman.

Ratu pada umumnya tidak bisa pindah dengan sendirinya. Perlu bantuan sekumpulan semut untuk memindahkan ratu. Kaki ratu semut tidak mampu menopang badan secara bebas. Apalagi ratu dalam posisi siap telur. Kalaupun bisa, manuver ratu lambat dan akan tetap dalam kendali koloni karena tujuan pindah diatur oleh koloni yang sebelumnya sudah observasi.

Posisi ratu semut terletak pada center point koloni. Bukan berarti persis di tengah, namun terletak pada daerah strategis kelompok sarang. Hal ini dikarenakan semut mempunyai mobilitas tinggi. Untuk suplai makanan ke ratu maupun dalam rangka penyebaran telur baru ke sarang-sarang pembesaran.

koloni semut rangrangPerubahan tata letak sarang global sering terjadi. Selain disebabkan bertambahnya populasi koloni semut, bisa juga karena sarang sudah uzur atau rusak. Kemungkinan lain adalah karena tekanan/intimidasi. Bisa karena cuaca, alam ataupun hal lain. Penemuan tempat baru yg lebih baik dari semut penjelajah juga memungkinkan hal ini terjadi. Semua hasil dari perubahan tata ruang ataupun tata letak koloni global harus disertai penempatan posisi ratu pada letak yang tetap mengacu pada center point koloni.

Perpindahan tersebut adalah hal wajar, karena tetap dengan maksud demi kebaikan koloni. Yang perlu kita perhatikan adalah penyebab karena intimidasi atau kerusakan sarang karena faktor luar, serta keamanan jalur perpindahan.

Dalam kandang budidaya, hal ini bisa disebabkan oleh perubahan cuaca yang memicu kenaikan suhu, paparan panas, tampias hujan, atau gangguan lingkungan seperti hewan dan atau kerusakan bagian tertentu kandang.

Aktifitas manusia seperti penggunaan obat-obatan, bau-bauan yang menyengat ataupun produk kimia juga menimbulkan tekanan pada koloni.

Pindah atau tidaknya ratu ada baiknya biar dilakukan koloni. Seminimal mungkin kita campur tangan langsung memegang ratu semut. Kita hanya perlu memberi bantuan pada penempatan awal saja, karena campur tangan dari luar koloni akan tetap diartikan sebagai intimidasi.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah desain rak atau wadah sarang ratu. Usahakan tidak ada sisi tajam (biasanya pd lubang atau mulut toples) agar tidak terjadi luka ratu pada saat perpindahan. Posisi ruang menyempit dan menjebak juga berakibat buruk pada ra
tu semut.

Pembantaian Ratu

Pada bidang bersisi tajam atau menyempit, perpindahan ratu mengakibatkan luka atau terputusnya organ ratu. Bahkan bisa menyebabkan putus organ vital ratu seperti kepala atau pinggang yang berakhir kematian.

Kematian atau cacat ratu juga bisa diakibatkan oleh predator. Meskipun sebelum pindah ada semut pemandu yang sebelumnya melakukan observasi dan memilih jalan, namun perpindahan tetap harus melalui proses keluar sarang. Perpindahan melibatkan banyak semut berbondong-bondong dan memancing kehadiran predator atau pemangsa. Untuk budidaya dalam rak, hal ini cenderung lebih aman karena memang kandang tidak pada alam terbuka, meski akan lebih baik jika tetap kita awasi.

koloni semut rangrang

Perpindahan semut harus tetap pada tempat aman

Cacat fisik ratu akan membuat ratu kurang produktif karena pergerakannya terganggu. Dan kita tahu, ratu yang tidak produktif seringkali akan dibantai oleh koloni karena hanya membebani koloni. Kejadian ini lebih cepat berlangsung pada koloni dengan ratu pararel atau lebih dari satu. Seperti pada koloni budidaya, karena semut mempunyai pilihan lain yang lebih baik.

Kasus ratu cacat atau kurang produktif paling sering terjadi pada budidaya dengan ratu pararel.

Terutama pada proses awal pencampuran ratu, karena pergerakan ke arah sarang tujuan pasti terjadi. Adanya dominasi satu ratu mayor berpengaruh dengan diterima atau tidaknya ratu baru. Untuk itu diperhatikan jumlah koloni yang dibawa ratu baru, dan proses kehati-hatian perkenalan ratu baru. (baca: mencampurkan ratu dengan koloni).

Tidak berhenti pada proses pengenalan awal saja, pada ratu pararel yang sudah tercampur dominasi tetap berlangsung. Ratu-ratu minor lebih tidak terurus. Makanan dan gizi tidak selalu tersebar dengan baik dan merata. Sampai terjadi salah satu ratu menjadi kurus dan tidak produktif, proses pembantaian terjadi.

Selain pada desain kandang beserta toples sarang, ada baiknya kepadatan diteliti. Jumlah ratu disesuaikan dengan populasi koloni, jalur akses ke sarang ratu dan jalur pakan, juga luasan teritori koloni, dalam hal ini adalah rak atau kandang budidaya.

KESIMPULAN

Ratu bukanlah pemimpin koloni, lebih tepat kita sebut ‘piaraan’ koloni. Keputusan hidup dan matinya ratu ada di tangan koloni semut rangrang. Kesejahteraan dan bahkan perpindahan ratu diatur dan dilakukan sepenuhnya oleh koloni.

Bahkan lebih lanjut, tidak berhenti pada layak atau tidaknya ratu semut rangrang dipertahankan, sampai pada keputusan memulai larva calon ratu dan jumlah yang dibutuhkan juga diatur oleh koloni semut.

Sistem kepemimpinan dipegang oleh koloni semut. Diatur secara umum oleh semut pekerja secara statis demokratis. Artinya, tidak ada seekor semut pun yang memegang kendali secara dominan. Aturan kepemimpinan berubah tergantung eskalasi jumlah dan kebutuhan setiap kejadian.

 

 

Related Images: