Budidaya Semut Kroto

Budidaya semut kroto dapat dilihat langsung di penangkaran semut di Kroto Jogja. RT 02 Patihan, Sanden, Bantul, Jogja, 700m sebelum gerbang TPR Pantai Goa Cemara

Beberapa contoh gambar media budidaya semut kroto di kandang KrotoJogja


budidaya semut kroto
Budidaya semut kroto dapat dilakukan dengan berbagai cara.

Bisa dengan menggunakan metode kandang rak budidaya, bisa juga di alam maupun semi alam.

Di dalam rak budidaya pun masih bisa kita eksplorasi dengan berbagai media sarang. Toples, kardus, bambu, paralon atau PVC, acrylic, dan lain-lain. Pertimbangan utama adalah kenyamanan semut rangrang dan ketersediaan bahan serta susah mudahnya kita mengelola. Artikel tentang media budidaya kami ulas dalam page lainnya di website ini.

Ternak kroto semi alam lebih jarang dilakukan karena memerlukan modal tempat atau lahan yang cukup luas. Pertimbangan lain adalah sulitnya pemanenan. Namun metode ini efektif dalam operasional dan daya hidup budidaya semut rangrang.

Kendala lain dari budidaya semut kroto adalah ilmu ternak yang sulit kita dapatkan. Tidak seperti ternak lain pada umumnya, ternak semut adalah hal baru yang belum banyak orang melakukan. Teori dan praktek budidaya semut rangrang masih sangat baru. Hal ini ditambah dengan belum adanya pengakuan resmi tentang kemajuan budidaya kroto, sehingga pemodal masih kesulitan mencari pinjaman dengan alasan pokok untuk budidaya semut.

“Semut kalo gigit sakit pada dibuang-buang kok dipelihara, kayak orang kurang kerjaan.”

Namun begitu, tidak ada yang mustahil sebatas semua dalam perhitungan dan kemungkinan yang wajar. Ilmu budidaya hanya berlaku untuk memudahkan kita dalam memproses hasil. Kami dari KrotoJogja terus melakukan riset dan penelitian meskipun sudah ada hasil, karena memang kami sangat yakin dengan apa yang kami mulai. Bukan hal mudah memang, bahkan hal kecil seperti hubungan sosial sering menjadi sandungan.

Monggo dicoba yang masih jomblo melamar seseorang, bila ditanya perkerjaan jawablah penjual kroto dan peternak semut. 😀 Apa yang terjadi selanjutnya?

 

Prinsip budidaya semut kroto

Tentu saja KrotoJogja mempunyai dasar prinsip, meski memang tidak umum. Sama seperti pada awal mula orang beternak jangkrik, ulat hongkong, ulat sutra, atau bahkan ayam, kambing dan sapi. Toh dulu juga ayam dan kambing adalah hewan liar  banyak di hutan sebelum orang mulai mengenal peradaban beternak.

Prinsip kami yang mendasar adalah apabila pekerjaan itu susah dilakukan pastinya penghargaan hasil akan tinggi dan peluang cenderung lebih besar.

Print Friendly, PDF & Email

Related Images: